ALLAH ADALAH TUHAN KITA ADALAH HAMBA
Ustad Dr. Ilham Maulana
(13 Jan 2019/Ba'da Subuh)
(13 Jan 2019/Ba'da Subuh)
Balai An Nur, Keutapang, Banda Aceh
Tujuan: Apapun yang kita pelajari seharusnya kita dapat mengatakan apa yang Allah ciptakan tidak ada yang sia sia.
Globalisasi sudah terjadi pada masa lalu
#Hayyin = Mudah#
Nabi Musa paling banyak disebutkan dalam Al Qur'an, tipikalnya keras, karena ummatnya juga keras (bangsa Yahudi), syari'atnya juga keras, ketika ummatnya syirik Nabi Musa menyuruh bunuh diri untuk bertaubat.
Rasulullah Muhammad, orangnya supel, keras, lembut pada saat tertentu.
Tujuan: Apapun yang kita pelajari seharusnya kita dapat mengatakan apa yang Allah ciptakan tidak ada yang sia sia.
Globalisasi sudah terjadi pada masa lalu
#Hayyin = Mudah#
Nabi Musa paling banyak disebutkan dalam Al Qur'an, tipikalnya keras, karena ummatnya juga keras (bangsa Yahudi), syari'atnya juga keras, ketika ummatnya syirik Nabi Musa menyuruh bunuh diri untuk bertaubat.
Rasulullah Muhammad, orangnya supel, keras, lembut pada saat tertentu.
Makkiyah (orang orang Makkah), orangnya keras, ayat Qur'an pun turun surat-surat pendek dan jelas.
Madaniyah, suratnya panjang-panjang, bahasanya lebih lembut.
Habaan Mansura = amalan beterbangan tidak bermanfaat bagi kita yg tidak bertauhid.
Hal terkecil seperti kita kecewa dengan turunnya hujan artinya Aqidah kita belum benar.
Contoh lain, Pada bulan Desember kita terima WA kalau tiap tanggal 26 Desember seringnya terjadi gempa dan tsunami, itu karena pada juz 26 mengatakan bahwa ada "tunggu sebentar lagi akan digoyangkan negeri ini...."
Setelah Ustad Dr. Ilham Maulana mengecek dalam juz 26 dalam Al Quran tidak ada seperti itu, yang ada ternyata di dalam Injil bab ke 26 dengan kata kata persis seperti dalam WA tersebut.
Tsunami = karena sudah diajari kalau gempa besar larilah menjauh dari pantai,,,ketika seperti itu Allah jadikan likuifaksi ,,,makanya di Pandeglang Allah kirim tsunami tanpa gempa, Subhanallah,,,hubungannya dengan Aqidah adalah tidak ada satupun dari para pakar, pengamat yang membicarakan tentang ALLAH Yang Maha Kuasa.
Di Jepang dibuat tembok 10 m, untuk berlindung dari tsunami, ketika tsunami datang mereka menuhankan tembok,,,, ternyata ketika tsunami datang banyak korban karena tsunami yg datang melewati tembok tersebut.
Maksiat yg kita lakukan mengundang azab dari Allah, contohnya kaum Nabi Luth.
Kita harus beriman dan beramal juga harus watawa saubil hak, watawa saubissaubr.
Tujuan Allah supaya mereka kembali kepada Allah bagi yg bermaksiat kepada Allah dan Allah menegurnya dg musibah.
Taubat lah seluruh bangsa negeri ini agar Allah tidak mengirimkan azab bukan dengan belajar mitigasi dan bergantung padanya.
Ketika kita merasa aman, kita jauh dari Allah, contoh yang di Karanganyar lagi jingkrak jingkrak Allah kirimkan Tsunami.
Habaan Mansura = amalan beterbangan tidak bermanfaat bagi kita yg tidak bertauhid.
Hal terkecil seperti kita kecewa dengan turunnya hujan artinya Aqidah kita belum benar.
Contoh lain, Pada bulan Desember kita terima WA kalau tiap tanggal 26 Desember seringnya terjadi gempa dan tsunami, itu karena pada juz 26 mengatakan bahwa ada "tunggu sebentar lagi akan digoyangkan negeri ini...."
Setelah Ustad Dr. Ilham Maulana mengecek dalam juz 26 dalam Al Quran tidak ada seperti itu, yang ada ternyata di dalam Injil bab ke 26 dengan kata kata persis seperti dalam WA tersebut.
Tsunami = karena sudah diajari kalau gempa besar larilah menjauh dari pantai,,,ketika seperti itu Allah jadikan likuifaksi ,,,makanya di Pandeglang Allah kirim tsunami tanpa gempa, Subhanallah,,,hubungannya dengan Aqidah adalah tidak ada satupun dari para pakar, pengamat yang membicarakan tentang ALLAH Yang Maha Kuasa.
Di Jepang dibuat tembok 10 m, untuk berlindung dari tsunami, ketika tsunami datang mereka menuhankan tembok,,,, ternyata ketika tsunami datang banyak korban karena tsunami yg datang melewati tembok tersebut.
Maksiat yg kita lakukan mengundang azab dari Allah, contohnya kaum Nabi Luth.
Kita harus beriman dan beramal juga harus watawa saubil hak, watawa saubissaubr.
Tujuan Allah supaya mereka kembali kepada Allah bagi yg bermaksiat kepada Allah dan Allah menegurnya dg musibah.
Taubat lah seluruh bangsa negeri ini agar Allah tidak mengirimkan azab bukan dengan belajar mitigasi dan bergantung padanya.
Ketika kita merasa aman, kita jauh dari Allah, contoh yang di Karanganyar lagi jingkrak jingkrak Allah kirimkan Tsunami.
Janganlah pernah merasa aman dari azab Allah dg bermaksiat pada Nya. Bencana datang karena kita undang.
=======###======
Mustami'
Khairul Fajri
Komentar
Posting Komentar