Rahasia Ayat Terakhir Surat Al Fatihah
Ustad Imam Abu Abdillah
Ba'da Maghrib, Sabtu, 19 Oktober 2019
Mushalla Tepi Kali, Keutapang, Banda Aceh
Ingat!
Orang yang duduk menunggu sholat Isya setelah sholat Maghrib seperti orang yang berjaga jaga di perbatasan/ribath.
- اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmTunjukilah kami jalan yang lurus,
- صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Ayat ini bersifat do'a terbaik seorang hamba kepada Allah, yaitu meminta petunjuk ke jalan yang benar, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Ihdina= tunjukkan lah , mengapa kita meminta petunjuk itu karena petunjuk ada 2 bentuk :
1. Petunjuk untuk memeluk agama Islam
Kita muslim, anak kita muslim Alhamdulillah
2. Petunjuk di dalam Islam, artinya kita mampu menjalankan kebaikan dan menjauhi larangan Nya, masih banyak kebaikan yang belum kita lakukan dan masih banyak larangan Allah yang tidak kita tinggalkan.
Misalnya ketika mendengar azan, Kita mohon agar mampu memenuhi setiap panggilan azan, kita butuh hidayah dari Allah sehingga kita mampu menjalankan nya.
Banyak orang yang sehat dan mampu namun tidak mampu memenuhi panggilan azan.
Orang kaya, yang menyimpan emas, perak dan uang yang sudah memenuhi nisab zakat namun tidak mendapatkan hidayah dari Allah sehingga belum mengeluarkan zakat.
Inilah mengapa kita memohon kepada Allah diberikan hidayah di dalam Islam.
Banyak yang sudah pergi berulang kali keluar negeri namun belum dapat hidayah dari Allah untuk memenuhi kewajiban berhaji. Ini semata mata hidayah dari Allah.
Apakah itu Hidayah yang kita minta, Allah jelaskan pada kalimat berikutnya yaitu jalan yang lurus yaitu jalan yang Allah berikan nikmat kepada mereka dan bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Surat Annisa memberikan penjelasan jalan yang lurus tersebut yaitu jalan mereka yang taat kepada Allah dan taat kepada Rasulullah. Jalannya para Nabi Nabi, Shiddiqiin, Syuhada dan orang orang Sholeh dan merekalah sebaik baik teman.
Allah berfirman:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (69)
Artinya
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An Nisa 69).
Kita harus mengenal Rasulullah dengan lebih baik, termasuk bagaimana bentuk fisik nya. Terkadang sebagian masyarakat kita yang mengidolakan seseorang pasti sudah mengetahui idolanya dengan baik.
Di dalam bermu'amalah Islam mengajarkan kita untuk jujur, terkadang kita lebih banyak belanja tempat bukan muslim dikarenakan ada oknum dari kaum muslimin yang tidak jujur. Padahal orang yang bermu'amalah tidak jujur Rasulullah mengatakan tidak akan berkah rizkinya.
Islam adalah agama yang lengkap, semua kebaikan ada didalamnya sehingga kita selalu harus mempelajari Islam dengan benar.
Dalam Islam dilarang mengkafirkan saudaranya yang muslim, Nabi mengatakan siapa yang mengkafirkan saudaranya bisa saja kembali kepada dirinya. Islam juga melarang membid'ahkan saudara kita muslim. Sesungguhnya orang mukmin adalah bersaudara.
#Al Maghdhu= Orang orang Yahudi
Ciri ciri khas Yahudi adalah banyak ilmunya namun tidak beramal
#Dhalliin = Orang orang Nasrani
Ciri khas Nasrani adalah banyak beramal namun tanpa landasan ilmu.
Kita senantiasa belajar dan berilmu dan juga beramal, walaupun masih sedikit ilmunya tetap semangat beramal.
=====###===
Mustami'
Khairul Fajri

Keyennnn,, kunjungi juga.. yasirku.blogspot.com
BalasHapusInsyaAllah, siap
BalasHapusAlhamdullillah bermamfaat sekali
BalasHapus