Sholat Sesuai Sunnah
Oleh Ustad
Muhajir Syarifuddin, LC, MA
Sabtu, 9 Februari 2019
Mesjid SMAIT Al Arabiyah
1. Ruh Sholat = Khusuk
Butuh proses yg panjang agar khusuk, harus sesuai dalil/petunjuk Rasul
# Harus ada dafi'/pendorong yang menguatkan untuk khusuk dan harus ada yang melemahkan faktor yg membuat tidak khusuk.
- Jangan menoleh karena gangguan jin/setan, harus pandangannya fokus ke tempat sujud
- Jangan banyak kain yang berwarna warni/bergambar walaupun garis garis (aisyah pernah diperintahkan menghilangkan kain yg hanya bergaris garis)
- jauhkan yg mengganggu = kalau makanan yang terpaut hati dan sudah tersedia makan dulu
- Tidak ada sholat bagi yang menahan sesuatu dari 2 jalur kencing/bab
- Sholat rawatib 12 Rakaat dapat menambah kekhusukan sholat fardhu sesudahnya atau akan melatih khusuk untuk sholat fardhu
- jangan tergopoh gopoh menuju sholat
- Tajdiidu wudhuk biar lebih fresh untuk sholat
- Merapatkan shaf agar jin yg ganggu sholat tidak masuk
- Memahami bahasa arab
- Thumakninah atau sempurna setiap gerakan sholat (ada yg sholat 60 th tidak dapat apa apa)
- Muthabaah dan Ikhlas
- Hadirkan niat (azam yg sangat kuat dan berulang ulang) , menghadirkan yg ada itu mustahil (itu talbis iblis untuk orang was was dalam niat). Bermula dari Abu Abdillah azzubairi memahami tentang niat haji dan umrah yang salah sehingga sebagian orang melafadhkan niat dalam takbir. Imam Nawawi mengatakan bahwa yang dilafadkan adalah ucapan takbir. Kesepakatan para ulama niat tidak dilafadhkan.
- Jangan memejamkan mata karena itu Sholat nya orang yahudi kecuali ada sesuatu yg membolehkan
- karakter orang mukmin itu khusuk dalam sholat
2. Kaifiat Sholat sesuai Sunnah
- Menghadap kiblat, termasuk jari jari kaki
- Meletakkan sutrah didepan kita 3 hasta dari tempat berdiri
- Berdiri dalam posisi sedang, jangan berlebihan
- Takbiratul Ihram (rukun pertama sholat)
Setiap zikir dalam sholat bersifat taufiqiyah sesuai petunjuk Rasul
- Mengangkat tangan sejajar dengan bahu/telinga
- Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dan menempatkan di dada
- membaca istiftah dengan bermacam macam doa minimal ada 3 jenis. (Pujian bagi Allah, ikrar dan pengakuan terhadap dosa dan istighfar atau minta ampun). Zikir yg biasa dibaca belum lengkap . Allahumma baid lebih shoheh dan tepat untuk dibaca setiap saat. Untuk qiyamullai lebih baik yang wajjahtu namun harus lengkap dan jangan dicampur
- Membaca ta'awuz ( imam syafii setiap rakaat, imam lain rakaat pertama saja)
- Membaca Alfatihah
- Membaca bismillah Sir (ahli qiraah Madinah bismillah bukan bagian Alfatihah, ahli qiraah Makkah bismillah bagian Alfatihah), lebih kuat yg mensirkan bismillah
- Membaca Aamiin setelah selesai Alfatihah, kalau berbarengan dg aaminnya malaikat sholatnya diterima, yaitu bersama dengan imam mengaminkan .
- Membaca ayat dari quran, yang lebih baik dimulai dari awal surah sampai selesai, atau dari awal surah sampai pertengahan, atau dari pertengahan surah sampai akhir surah, yg tidak ada riwayat membaca ayat ditengah surah aja.
- memilih surah yg sesuai Sunnah
(Sering nabi baca dari surah qaf s.d akhir)
- Ruku' , telapak tangan mencengkeram lutut jari direnggangkan, ada jarak siku dengan badan, punggung rata.
- Membaca doa ketika ruku', perbanyaklah doa dan tasbih atau sampai 10 kali
- lama rukuk hampir sama dengan lamanya berdiri
- I'tidal : ketika imam membaca sami'allahu liman hamidah maka makmun membaca rabbana - walakal hamd
- Turun untuk sujud: ini sama dengan perselisihan seperti tangan bersedekap pada i'tidal hanya mana yang lebih afdhal, hadits unta turun lebih baik jangan diperselisihkan karena yang paling penting dari hadits itu adalah turun sujud dengan cara yang lembut. Jumhur ulama lutut dulu.
- Jangan panjangkan takbir ketika mau sujud tetap seperti bacaan takbir ketika takbiratul ihram
- posisi tangan sejajar dg kepala, jari dirapatkan, siku direnggangkan , Rasul saw nampak ketiak nya waktu sujud. Tujuh tulang wajib menyentuh lantai, paha ada jarak dan ujung kaki dirapatkan (telaah syeikh al albani), perbanyaklah berdoa dalam sujud, sehingga selepas sholat hanya berzikir saja.
- Duduk antara dua sujud dg posisi iftirash . Yang dilarang adalah duduk seperti anjing.
- memperbanyak doa ....lihat lagi riwayat haditsnya, kalau baca doa hanya boleh dalam bahasa arab
Tasyahud
Lihat lagi bacaan tasyahudnya yang sesuai hadits dan lebih kuat yaitu yang menambahkan "wa"
Membaca shalawat ibrahimiyah
Menunjuk sebagai isyarat dengan posisi 53 tanpa menggerak gerakkan jari telunjuk dan lebih baik pandangan tertuju pada telunjuknya.
Perbanyak doa yg sesuai dalil
Salam
Mengucapkan salam, dengan memalingkan wajah sampai nampak pipi
Tanpa merunduk kebawah sebelum salam kedua.
(Mustami' : Khairul)
Komentar
Posting Komentar