Sirah Nabawiyah oleh ustad
Faisal Adriansyah
Balai An Nur, Keutapang, Banda Aceh
Ba'da Shubuh, Sabtu, 26 Oktober 2019.
#Tsuwaibah#
(Ibu Susuan Nabi Muhammad)
Nasehat bagi penuntut Ilmu:
Kisah tentang Abu Nukman (Imam Abu Hanifah) diceritakan kembali oleh Imam Syafii (walaupun Imam Syafii tidak berjumpa dengan Abu Hanifah karena setelah meninggal Abu Hanifah, Imam Syafii baru lahir), Imam Syafii belajar banyak dari murid murid Abu Hanifah.
Pada suatu ketika Abu Hanifah dalam pencarian Ilmu nya beliau memasuki sebuah kampung, ketika itu beliau berjumpa dengan seorang anak kecil yang lagi bermain, beliau menasehati anak kecil ini sambil membelai lembut kepalanya dengan mengatakan:
"Nak, hati hati ya mainnya jangan sampai terpeleset !" anak kecil ini menjawab iya Pak, kemudian anak itu menanyakan Siapa nama Bapak? beliau menjawab saya Abu Nu'man, anak kecil ini mengatakan saya pernah mendengar nama Bapak, kemudian anak kecil ini meminta izin untuk menasehati Abu Nu'man, anak kecil ini mengatakan, tadi Bapak menasehati saya untuk hati hati dalam bermain agar jangan sampai terpeleset, kalau saya terpeleset bisa terluka, ketahuilah wahai Bapak saya hanya terluka di dunia dan diri saya sendiri namun kalau Anda terpeleset maka ummat akan tersesat dan dosa Anda sampai di akhirat, mendengar nasehat anak kecil ini, Abu Hanifah menangis sejadi jadinya.
Hikmah kisah ini adalah kita harus memiliki sifat tawadhuk dan jangan pernah sombong dengan ilmu dan keahlian yang sudah kita miliki. Ingat lah! bagi anda yang sudah mengenal isi samudera yang luas anda tidak mengetahui apa apa isi dari sebuah sungai yang kecil.
Back to laptop!
Nabi Muhammad lahir sedangkan Ibunya tidak merasakan sakit seperti wanita lainnya, ini merupakan salah satu mukjizat yang dirasakan Ibunya diantara banyak mukjizat lainnya.
Nabi Muhammad pada usia 7 hari dikhitan oleh Kakeknya dan diberi nama Muhammad, nama yang masih sangat asing ketika.masa itu. Alasan kakeknya yang menginginkan cucunya menjadi orang yang terpuji di dunia dan di akhirat, di langit dan di bumi, ini terbukti dan diterangkan langsung oleh Allah dalam Al Quran :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
(Bahasa Indonesia)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
-Surat Al-Ahzab, Ayat 56
Ada riwayat yang mengatakan Nabi Muhammad sudah dikhitan dan sudah terpotong talipusatnya adalah riwayat yg maudhuk, dan riwayat yang mengatakan dikhitan oleh malaikat jibril pada saat membelah dadanya adalah riwayat yang mungkar.
Nabi Muhammad pertama kali disusui oleh Ibunya, ada yang mengatakan 7 hari, kemudian disusui oleh Tsuwaibah, beliau merupakan budak paman Nabi yaitu Abu Lahab, Tsuwaibah dimerdekakan Abu Lahab setelah kelahiran Nabi Muhammad.
Hamzah yang juga pamannya saat itu juga disusui oleh Tsuwaibah, Abu Salamah juga disusui oleh Tsuwaibah sehingga saudara sesusuan Nabi adalah Hamzah dan Abu Salamah.
أَرْضَعَتْنِى وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ
“Aku dan Abu Salamah telah disusui oleh Tsuwaibah.” (HR. Bukhari, no. 5101. Lihat Fath Al-Bari, 9: 144)
Urwah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma berkata,
وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ ، كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، َلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ – أي بسوء حال -، قَالَ لَهُ : مَاذَا لَقِيتَ ؟ قَالَ أَبُو لَهَبٍ : لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ
“Tsuwaibah adalah budak yang telah dimerdekakan oleh Abu Lahab, ia menyusui Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Abu Lahab meninggal dunia, beberapa keluarganya melihat Abu Lahab dalam mimpi bahwa keadaannya nanti buruk, sewaktu dia ditanya, “Apa yang telah kamu temukan?” Dia menjawab, “Saya tidak menemukan sesuatu pun setelah kamu. Hanya saja saya telah mendapatkan minuman sebagai balasan dari memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. Bukhari, no. 5101
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyusu pada Tsuwaibah dari susu puteranya yang bernama Masruh. Tsuwaibah juga pernah menyusui Hamzah bin ‘Abdul Muthallib sebelumnya. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tsuwaibah menyusui Abu Salamah bin ‘Abdil Asad. (Lihat Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 72)
Apakah Tsuwaibah masuk Islam? Mengenai keislamannya, para ulama berselisih pendapat. Abu Nu’aim menyatakan, “Kami tidak mengetahui kalau ada yang menyebutkan keislaman Tsuwaibah.” Intinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memuliakan Tsuwaibah. Beliau pernah menemui Tsuwaibah setelah menikah dengan Khadijah. Tsuwaibah meninggal dunia setelah peperangan Khaibar dan Masruh juga meninggal ketika itu. (Fath Al-Bari, 9: 145)
https://rumaysho.com/16166-faedah-sirah-nabi-ibu-susu-nabi-muhammad.html
Nabi Muhammad selalu memuliakan Tsuwaibah, anak anak Rasulullah juga diperkenalkan kepada Tsuwaibah. Khatijah istri Rasulullah juga menghormati Tsuwaibah, Rasulullah sering memberikan hadiah kepada Tsuwaibah.
======###======
Mustami'
Abu Abdurrahman AlKarami
Komentar
Posting Komentar