Ustad Muhammad Hatta Selian
Balai An Nur Keutapang Banda Aceh
Ba'da Shubuh, Jum'at, 13 Maret 2020
4 KIAT MENGETAHUI KEKURANGAN DIRI
Tanda orang baik di sisi Allah
Imam Ibnu Qudamah:
Sesungguhnya Allah jika menghendaki kebaikan kepada seseorang hamba maka dia memiliki "Bashirah" dan tidak akan tersamar baginya kekurangan dirinya, dan jika dia mengetahui kekurangan dirinya maka dia tahu cara berobat. Akan tetapi kebanyakan orang tidak tahu akan kekurangan dirinya. Dia melihat kuman di wajah saudaranya namun tidak melihat kambing di pelupuk matanya.
Bagi orang yang mau mencari kekurangan dirinya maka ada empat metode:
1. Hendaknya kita mencari seorang guru spiritual/syeikh untuk mengetahui kekurangan diri kita dan memberikan solusi terhadap kekurangan itu.
Akan tetapi model guru seperti ini sudah langka dimasa kami (kata Imam Ibnu Qudamah). Barang siapa sudah menemukan guru seperti ini maka dia sudah mendapatkan seorang dokter terhadap penyakitnya dan janganlah dia berpisah darinya.
2. Hendaklah kita mencari teman yang jujur, yang mengingatkan diri kita akan kekurangan kita.
Umar bin Khattab berdoa semoga ada orang yang menunjukkan kekurangan dirinya.
Seorang Ayah/Ibu juga boleh menanyakan kepada anak nya akan kekurangan nya masing masing.
Seorang Suami/Istri juga boleh menanyakan kepada pasangan masing masing akan kekurangan masing masing, dan harus jujur, kepada yang diberikan masukan harus menerima dg lapang.
Salman Al Farisi seorang tipe sahabat yang jujur ditanyakan oleh Umar bin Khattab, apa kekurangan dirinya. Salman mengatakan engkau mencampur 2 lauk pauk dalam sekali makan, maka hendaklah engkau sebagai seorang pemimpin makan dengan 1 lauk saja. Dan saya mendengar engkau memiliki dua pakaian, pakaian malam dan siang, maka hendaklah engkau sebagai seorang pemimpin hanya memiliki satu pakaian saja. Mendengar hal ini, Umar kembali menanyakan kepada Salman apakah ada lagi, Salman mengatakan tidak. Kemudian Umar mengatakan akan merubah kekurangannya tersebut.
Umar juga menanyakan kepada Huzaifah (beliau tahu orang orang Munafik dari Rasulullah), apakah saya termasuk orang munafik?
Huzaifah mengatakan tidak wahai Umar.
Semakin baik seseorang (semakin dekat dengan Allah) semakin banyak dia mencari kekurangan dirinya.
Kata Imam Ibnu Qudamah: yang kedua ini juga sangat sedikit di zaman beliau.
Apatah lagi pada zaman kita sekarang ini.
Ketika seseorang diantara kita pergi ke dokter, maka dokter akan menyebutkan semua kekurangan kekurangan kita (fisik), namun kita membayar jasa nya. Beginilah seharusnya seorang teman yang jujur yang menyebutkan kekurangan kekurangan kita (mental). Dan kita yang dinasehati harus lebih banyak lagi berterimakasih kepada seorang teman yang jujur tersebut.
3. Hendaknya kita mencari kekurangan diri kita dari orang orang yang membenci diri kita.
Dengan pandangan angkara murka dari orang yang membenci kita maka tersingkap kekurangan kekurangan kita.
Nghibah= sekarang sangat merajalela, cara menghindari nya sekarang Ini adalah dengan uzlah.
4. Bergaul dengan orang.
Dengan bergaul ini mudah mudahan Allah menampakkan kekurangan diri kita. Misalnya kita mendapat seorang kawan yang sombong dia akan menyebutkan kekurangan kekurangan kita.
Ini adalah 4 cara mencari kekurangan diri kita menurut Imam Ibnu Qudamah.
====###====
Tanya Jawab
T: Apakah muhasabah juga cara kita mencari kekurangan diri kita.
J: Betul, yang sudah dijelaskan tadi adalah cara mencari kekurangan diri kita dari orang lain, namun kalau dari diri sendiri bisa dengan berdo'a dan muhasabah.
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab di akhirat nanti.
T: Kalau kita memonitor kekurangan seseorang ....
J : Orang yang paling penyayang adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam urusan agama adalah Umar dan yang paling lembut adalah Usman.
Ada seseorang yang tipikal dalam musyawarah selalu memaksakan pendapat nya, ini haruslah dirubah.
Kekurangan kita hendaklah jangan dipertahankan, misalnya kita termasuk orang orang yang selalu terlambat dalam menghadiri rapat/pertemuan, ketika kita dinasehati kita mengatakan ini memang kebiasaan saya, bahkan ayah dan nenek saya pun seperti ini.
T: Apakah benar orang yang baik terkesan banyak diam, atau kita harus membantah/ melawan orang yang tidak bersikap baik terhadap kita.
J: Berbaik sangkalah terhadap orang lain, mengklarifikasi (tabayyun) ini yang dianjurkan, tanyakan kepadanya apakah benar dia mengatakan hal hal buruk tersebut kepada kita. Diam dan tidak melawan juga solusi yang baik dalam sebuah perbedaan.
Wallahua'lam.
===###===
Mustami'
Khairul Fajri

Komentar
Posting Komentar