Ustad Muhammad Hatta Selian, LC
Balai An Nur Keutapang Banda Aceh
Ba'da Shubuh, Jum'at, 8 Januari 2021
Mengevaluasi diri
1. Hadits
Riwayat Imam Ahmad
Rasulullah bersabda man kayyisu man dama nafsahu....dst
Orang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya dan dia beramal sebagai persiapan kematiannya. Orang tidak cerdas (lemah) yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya namun dia berangan rangan terhadap Allah.
Hadits dari Umar bin Khattab
Haasibu anfusakum qabla antuhaasabu
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbang timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Karena sesungguhnya hisab kalian akan terasa ringan hisab di akhirat nanti. Umar menambahkan ayat Al Quran surat
Al Ahqaf ayat 18.
Semua amalan kita akan dipamerkan di akhirat kelak, tidak ada yang disembunyikan.
Semua kita akan ditimbang amalnya, sekecil apapun amal kita, baik atau buruk.
Hisab kita didunia hanya diketahui beberapa orang saja sedangkan di akhirat semua manusia menyaksikannya.
Apa saja yang perlu dievaluasi.
A. Evaluasi diri sebelum beramal
Ada 4 pertanyaan yang mesti dilalui
B. Evaluasi diri setelah beramal
Ada 4 hal yang harus dievaluasi
1. Amalan wajib apakah selama ini ada yang kurang, apakah bisa diqadha atau diperbaiki.
Mis. Puasa yang tinggal bisa di qadha
Mis2. Menggantikan baju istri yang baru per 6 bulan 1 kali
Mis3. Kewajiban ayah dan ibu mendidik anak, kalau ada kelemahan segera diperbaiki
2. Evaluasi terhadap kemaksiatan yang kita lakukan
3. Mengevaluasi diri yang melalaikan kita.
4. Mengevaluasi perkara yang mubah
Mis. Berjalan, mendengar, menggunakan tangan dst.
Al Ahzab ayat 8
Orang jujurpun ditanya di akhirat kelak mengapa dia jujur.
Faedah muhasabah diri
Muhammad bin wasi' berkata
====###====
Mustami'
Khairul Fajri
Balai An Nur Keutapang Banda Aceh
Ba'da Shubuh, Jum'at, 8 Januari 2021
MUHAASABATUNNAFS
Mengevaluasi diri
1. Hadits
Riwayat Imam Ahmad
Rasulullah bersabda man kayyisu man dama nafsahu....dst
Orang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya dan dia beramal sebagai persiapan kematiannya. Orang tidak cerdas (lemah) yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya namun dia berangan rangan terhadap Allah.
Hadits dari Umar bin Khattab
Haasibu anfusakum qabla antuhaasabu
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbang timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Karena sesungguhnya hisab kalian akan terasa ringan hisab di akhirat nanti. Umar menambahkan ayat Al Quran surat
Al Ahqaf ayat 18.
Semua amalan kita akan dipamerkan di akhirat kelak, tidak ada yang disembunyikan.
Semua kita akan ditimbang amalnya, sekecil apapun amal kita, baik atau buruk.
Hisab kita didunia hanya diketahui beberapa orang saja sedangkan di akhirat semua manusia menyaksikannya.
Apa saja yang perlu dievaluasi.
PEMBAGIAN EVALUASI DIRI
A. Evaluasi diri sebelum beramal
Ada 4 pertanyaan yang mesti dilalui
1. Hal zalikal amalu ....
Apakah amalan itu mampu kita lakukan atau tidak. Misalnya kita seorang pedagang
2. Apakah melakukannya lebih baik dari meninggalkannya. Atau meningalkannya lebih baik dari melakukannya.
3. Apakah motivasi melakukan itu karena mengharap ridho Allah atau pujian manusia. Kalau masih ada ingin pujian manusia maka stop lebih dahulu.
Mis kita ingin puasa Daud,, untuk diet atau mengharap ridho Allah.
4. Apakah amalan yang dilakukan membutuhkan pertolongan orang lain dan orang lain ada yang bersedia membantu atau tidak.
Setelah 4 hal di atas dipenuhi maka lakukanlah sebuah amalan/pekerjaan tersebut.
B. Evaluasi diri setelah beramal
Ada 4 hal yang harus dievaluasi
1. Amalan wajib apakah selama ini ada yang kurang, apakah bisa diqadha atau diperbaiki.
Mis. Puasa yang tinggal bisa di qadha
Mis2. Menggantikan baju istri yang baru per 6 bulan 1 kali
Mis3. Kewajiban ayah dan ibu mendidik anak, kalau ada kelemahan segera diperbaiki
2. Evaluasi terhadap kemaksiatan yang kita lakukan
Kalau banyak kesalahan yg kita lakukan kita perbanyak istighfar dan taubat.
Kalau dosa dengan orang lain maka kita harus minta maaf pada yang bersangkutan.3. Mengevaluasi diri yang melalaikan kita.
Kalau seandainya kita tahu yang melalaikan kita maka kita kejar ketertinggalan kita itu.
4. Mengevaluasi perkara yang mubah
Mis. Berjalan, mendengar, menggunakan tangan dst.
Al Ahzab ayat 8
Orang jujurpun ditanya di akhirat kelak mengapa dia jujur.
Faedah muhasabah diri
1. Orang ini akan mengetahui kelemahan dirinya.
Muhammad bin wasi' berkata
Seandainya dosa itu ada aromanya maka satu orangpun tidak ada yang sanggup duduk denganku.
2. Agar kita mengetahui hak Allah atas diri kita, hingga kita bisa lebih bersyukur kepadaNya.
Mudah mudahan Allah menjaga aib kita di dunia dan akhirat.
Tanya Jawab
Tanya 1. Mengevaluasi kualitas ibadah kita?
Jawab1.
Penulis kitab tersebut mesti ditampakkan
Untuk siapa melakukannya dan bagaimana cara melakukannya. Ini menunjukkan kualitas dari amalan kita.
Jika penjual dan pembeli jujur maka keduanya mendapatkan keberkahan dst.
Tanya 2. Apakah tafsir faummuhu hawiyah (domir hu?), apakah timbangan akhirat berwujud nanti atau tidak, dan apanya yang ditimbang.
Jawab2.
Timbangannya ada, jelas disebutkan mizan dalam Al Qur'an.
Tanya3.
Apakah ada indikasi amalan kita diterima atau tidak?
Jawab
Para Ulama menjelaskan setelah beramal dia berubah lebih baik, misalnya setelah berhaji tidak makan riba lagi dst.
====###====
Mustami'
Khairul Fajri
Komentar
Posting Komentar